Uncategorized

11 Jamaah Ikuti Suluk Ramadan di Surau Kholillullah, Ini Rahasia Thoriqoh Naqsyabandiyah yang Jarang Terungkap

13
×

11 Jamaah Ikuti Suluk Ramadan di Surau Kholillullah, Ini Rahasia Thoriqoh Naqsyabandiyah yang Jarang Terungkap

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA|Matapublic.com –Berkhalwat (khalwat) dan (suluk) dalam tasawuf untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menyendiri, berzikir, dan memutuskan hubungan sementara dari kesibukan duniawi. Suluk seringkali mencakup proses khalwat yang intensif, biasanya dibimbing mursyid (guru) dan dilakukan dalam kurun waktu tertentu, seperti 10-40 hari.

 

Berkhalawat (Suluk) Asuhan Buya Edison Kasim di Surau Kholillullah, tepatnya di bawah bukit Mandah di pinggir batang Sinipan Jorang Ketinggian, Nagari Sari lamak, Kec Harau, Kab 50 Kota.

 

Saat di kunjungi awak media pada kamis 19 maret 2026, dalam bersilaturahmi, disurau kholillullah Jorong ketinggian. Tim di sambut langsung oleh Buya Edison Kasim. sebagai pimpinan dan sekaligus mursyik di surau itu. tim berbincang-bincang seputar kegiatan selama Bulan Suci Ramadhan di surau kholillullah.

 

Buya Edison Kasim menjelaskan bahwa di surau kholillullah mengadakan suluk (berkhalawat) selama bulan Ramadan, Beliau menyampaikan selama surau kholillullah berdiri, tetap ada jamaah yang berkhalawat di surau ini, walau pun tak banyak, namun selalu tetap ada.

 

Ia menyampaikan, pentingnya setiap insan mengenali Raab nya (tuhan nya) maka setiap insan manusia harus tau caranya, salah satunya, me-ilmui tarekat yang muktabaraoh. dan setiap tarekat mempunyai metoda masing-masing.

Sehingga insan manusia bisa mengenal Tuhannya dengan benar yang di tuntun dalam Al Qur’an dan Sunnah nabi Muhammad Saw.

 

Sementara itu buya Edison Kasim menambahkan dan menjelaskan, ber khlawat adalah suatu amalan tarekat Nakasabandiah Kholidiah yang mana setiap jamaah yang ber khlawat wajib mematuhi disiplin yang kuat di sebut adap dalam ber khlawat, semua di tuntun ,mulai masuknya, mandi, pakaiyan  solad, duduk, dan sampai menu makanannya, itu yang lahiriah nya. Begitu juga batiniah nya, juga di arah kan dan di awasi secara terus menerus, sehingga se-orang salik tidak salah dalam berprilaku.

 

Begitu sedikit keterangan yang di sampaikan oleh Buya Edison Kasim selaku mursyik di surau kholillullah itu.

Lalu tim lebih lanjut bertanya, tahun ini berapa orang yang suluk. Buya Edison, menjawab 11 orang, beliau menjelas kan mereka berasal dari daerah yang berbeda beda, ada yang dari Darmas raya ,dari Tandun, Rokan hulu , Kota Payakumbuh ,dan Kab 50 Kota.

 

“Buya Edison Kasim juga menambahkan, dari 11 orang yang suluk di surau kholillullah ini, hari yang ke 29 ramadhan hanya tinggal 7 orang, yang lain ada yang pulang karena sakit, ada yang pulang karena tak tahan ujian, ada yang pulang karena sudah mintak izin dan itupun sudah di izikan karena suluk nya sudah mengulang.”

 

Lalu Awak media melanjutkan, siapa saja yang tinggal. Buya menjelaskan , Nasrul Tuangku Beringin, Mantan Ketua DPC (PBB) Partai Bulan Bintang Kota Payakumbuh, Bang Buyuang dari tandun Rokan hulu, Roba idar, Reno warlen ,Niar, Nurilas warni dari Kab 50 Kota. Sementara yang izin pulan, Virgo , inun ,Iyan ,Ismed dengan alasan yang berbeda beda. Tutup Buya.

 

Buya Edison berharap “setiap insan manusia hendak lah bergegas menghadap Tuhan nya untuk mendapat ampunan.

dan carilah ilmu jalan menuju Tuhan mu, selagi kamu masih di berikesehatan dan kekuatan untuk itu,” Begitu sedikit keterangan yang di sampaikan oleh Buya Edison Kasim selaku mursyik pada hari yang suci ini, di surau kholillullah yang juga di bantu oleh Khalifah nya yang bernama Abdul Fatah.