Info TNI

Pemuda dan Mahasiswa Siap Menjadi Agen Perubahan Berlandaskan Nilai Bela Negara

37
×

Pemuda dan Mahasiswa Siap Menjadi Agen Perubahan Berlandaskan Nilai Bela Negara

Sebarkan artikel ini

Rumpin – MataPublic.com, Bogor | Pelatihan Kesadaran Bela Negara bagi Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan Gelombang I Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Kompetensi Bela Negara, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM Han) Kementerian Pertahanan resmi ditutup pada Jumat, 3 Juli 2026, setelah berlangsung selama lima hari.

Penutupan kegiatan ini menandai berakhirnya rangkaian pelatihan yang bertujuan membentuk generasi muda yang memiliki karakter kebangsaan, jiwa kepemimpinan, serta komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai bela negara.

Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan melalui berbagai metode pembelajaran yang memadukan materi teoritis dan praktik, meliputi wawasan kebangsaan, nilai-nilai dasar bela negara, kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, hingga kegiatan caraka malam, outbond, dan api semangat bela negara.

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk meningkatkan kapasitas peserta agar mampu menjadi pemimpin muda yang adaptif, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan bangsa di era yang semakin dinamis.
Dalam sambutan penutupan, Kepala Bidang Operasional Pengembangan Kompetensi Bela Negara BPSDM Han Kemhan menyampaikan bahwa pemuda dan mahasiswa merupakan aset strategis bangsa.

Di tangan generasi muda lah masa depan Indonesia akan ditentukan.

“Bangsa ini membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas dan kreatif, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, integritas yang tinggi, semangat persatuan, serta rasa cinta tanah air yang mendalam.” Sambungnya.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai bela negara di lingkungan organisasi, kampus, maupun masyarakat dengan menjadi teladan dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menangkal berbagai bentuk ancaman nonmiliter, seperti penyebaran disinformasi, intoleransi, radikalisme, dan pengaruh negatif perkembangan teknologi informasi.

(Sumber : Puskom Belneg Kemhan)

(Red)