Rumpin – MataPublic.com, Bogor | Pusat Kompetensi Bela Negara, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM Han) Kementerian Pertahanan resmi membuka Pelatihan Kesadaran Bela Negara bagi Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan Gelombang II Tahun 2026 pada Senin, 6 Juli 2026. Kegiatan yang akan berlangsung selama lima hari ini bertujuan memperkuat karakter kebangsaan, semangat nasionalisme, serta kepemimpinan generasi muda sebagai bagian dari komponen bangsa.
Dalam sambutan pembukaan, Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara Brigadir Jendral TNI Ferry Trisnaputra, S.E., M.A., M.S.P. disampaikan bahwa dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis yang semakin dinamis, tantangan yang dihadapi bangsa tidak hanya berupa ancaman fisik atau militer, tetapi juga ancaman nonmiliter seperti penyebaran informasi yang menyesatkan, menurunnya semangat persatuan, intoleransi, penyalahgunaan teknologi informasi, serta berbagai pengaruh negatif yang dapat melemahkan karakter bangsa.
“Kesadaran bela negara harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar mampu menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap kepentingan bangsa dan negara.” Sambung Beliau.
Selama lima hari pelatihan, peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan pembelajaran di kelas dengan metode partisipatif, seperti diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, serta kegiatan lapangan yang berupa outbond, caraka malam, dan api semangat bela negara.
Materi yang diberikan meliputi wawasan kebangsaan, nilai-nilai dasar bela negara, kepemimpinan, komunikasi efektif, kerja sama tim, hingga pemahaman terhadap berbagai tantangan dan ancaman nonmiliter yang dihadapi bangsa di era digital.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi penggerak yang mampu menumbuhkan semangat persatuan, toleransi, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Peran aktif pemuda dan mahasiswa menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Sumber : Puskom Belneg Kemhan)
(Red)













